Sabtu, 16 Juni 2012

LIBBY - NOVEL

Awal nya penasaran ketika liat kata-kata di buku ini yang bunyinya gini "rasa sukaku terhadap wanita tak akan seharga setipis selaput dara, aku bukan jenis lelaki egois yang harus mendapatkan bercak darah dari sebuah robekan di malam pertama". Siapa yang ga merinding baca kata-kata ini, artinya betapa setianya sang pria, dia cinta apa adanya, bukan ada apanya. Rasa penasaran itu berlanjut, kemana mau cari nii buku?

Sempat terfikir maau beli, tapi ga tau dimana orang jual, di gramed aja udah ga ada lagi. Ya, jodoh itu emang ga kemana kali ya, wkwkwk.. ternyata ada temen, nama panggilannya sih kalo buat aku si nunuy cemumut, dia anak LP3i banjarmasin.. dan yang membuatku bahagia, dia punya tu buku, dan dengan berbagai cara dan sesajen (dukun kali..) akhirnya ku dapatkan buku itu.

 Setelah selesai membaca buku yang berjumlah lebih dari 400 halaman itu, aku coba buat dikit me resensi buku itu di tulisan ku kali ini... Buku Libby karangan Langit Kresna Hariadi ini menceritakan seorang pria yang berkehidupan sangat mapan dikarenakan oleh harta warisan yang ditinggalkan oleh kakeknya. Namun hal itu tidak membuatnya bahagia, kenapa? karena dia dilahirkan dengan cara yang tidak sah dalam agama dan hukum. Ya, dia adalah seorang anak yang terlahir dari sebuah hubungan iseng antara dua manusia. Sejak saat itu, dia terus mencoba mencari sebuah jati diri sekaligus mencari pendamping hidup dengan melakukan sebuah penyamaran. Banyak ilmu yang dia peroleh dari perjalanannya, mulai dari bagimana cara belajar bertahan hidup, bagaimana cara bersabar, bagaimana cara membagi perasaan dan bagaimana cara berbagi serta mensyukuri kehidupan yang didapatnya saat ini.

 Keberanian nya mengambil keputusan-keputusan dengan perhitungan yang matang tanpa mengalami sebuah rasa takut juga menjadi sebuah motivasi bagi kita yang membaca nya, contohnya bagaimana sia berani memutuskan hubungan dengan seorang wanita kemudian berpaling ke wanita lain yang di diagnosa mempunyai penyakit HIV hingga mendapatkan kebahagiaan ataupun bagaimana cara dia memcat para anak buahnya dalam penyamaran nya itu.

Secara umum novel ini mengandung sebuah cerita yang penuh motivasi dan intrik kehidupan yang sepertinya sudah banyak merambah dunia kehidupan remaja saat ini. Tutur cerita yang disajikan penulis juga sangat bagus hingga membuat para pembaca ikut terbawa ke dalam dunia novel tersebut, membayang kan hal itu benar-benar terjadi di hadapannya. Namun sebagai manusia tidak ada hal yang sempurna, menurut saya ending dari cerita ini yang diharapkan menjadi klimaks dari semuanya tidak sesuai dengan harapan, namun apapun itu, tetaplah novel ini merupakan salah satu novel favorit saya setelah saya membacanya. (aboel. red)

2 komentar:

  1. terimakasih sobat atas pujiannya... :D

    Alhamdulillah kalau penilaian orang begitu..terimakasih atas kunjungan, komentar dan pujiannya...nanti saya juga akan berkunjung ke blog kamu...

    #sehat selalu juga buat kamu :)

    BalasHapus
  2. ok mas bro,,,ini masih mikir buat resensi novel "Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur" dan Rabithah Cinta...doakan yaa,,, :D

    BalasHapus