Jumat, 29 Juni 2012

Rabithah Cinta - Novel

Buah tangan dari seorang penulis yang mempunyai nama Afifah Afra ini saya dapatkan ketika ada sebuah bazar buku yang diadakan di kampus saya. Bermula ketik ketertarikan saya melihat sampul dan kata-kata pada cover depan buku ini, saya pun memutuskan membeli buku ini. Terus terang saya sangat menyukai cerita yang ada suguhan perjuangan, kesetiaan dan cita... (romantiisss,,haha).

Novel ini mengajarkan kita bagaimana caranya menjadi seorang yang profesional dalam melaksanakan setiap tanggung jawab yang dibebankan kepada kita, bagaimana cara mencintai dan mensyukuri setiap keadaan yang diberikan Tuhan serta menjaganya, kemudian novel ini juga mengajarkan bagaimana kestiaan dan pengorbanan dengan sepenuh jiwa demi orang yang di cintai.

 Sekarang kita akan coba membuka sedikit tentang cerita dalam novel ini. Novel ini dibuat dengan segi deskriptif oleh penulisnya dimana dia sangat detail dalam menggambarkan sebuah latar atau tempat kejadian, contohnya dia ada menuliskan bagaimana sebuah rumah yang berukuran tipe 36, lengkap dengan bagian2 nya, atau juga ketika dia menjelaskan bangunan dari sebuah kantor yang menyihir saya serasa berada diruangan itu, mengikuti setiap alur cerita yang terjadi.

 Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang mempunyai keinginan bersuamikan seorang petani, petani disini artinya petani dalam hal kebaikan, yang senantiasa berjuang ntuk membantu orang-orang yang memang membutuhkan pertolongan, Jodoh memang berada di tangan Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa. Dia pun bersuamikan seorang dokter yang otomatis merupakan sebuah profesi yang mulia dalam menanam amal kebajikan, menolong orang-orang yang memerlukan.

 Intrik terjadi ketika sang wanita, yang di novel ini ditulis dengan nama Syakilla atau Illa mendapatkan perkembangan yang sangat pesat di bidang HRD yang tengah digelutinya, harus memilih mengikuti sang suami Dokter Riyan yang akan bertani menanam kebaikan di suatu daerah atau tetap tinggal di sebuah kota besar dalam mengembangkan bisnisnya. Dia bingung karena tidak tanggung-tanggung, sang suami diangkat menjadi PNS di daerah yang saat itu sedang terjadi konflik, Bumi Cenderawasih, Papua.

Sebagai seorang istri yang baik dan penurut dengan suami, walaupun sempat terjadi semacam perdebatan tentang keputusan ini, akhirnya Illa mau tidak mau harus memboyong dirinya dan anaknya yang baru lahir untuk mengikuti tugas bertani sang suami.

Dihadapkan terhadap sebuah kondisi tempat yang sangat asing ditambah lagi dengan kejadian pemberontakan yang saat itu terjadi membuat siapa saja yang berada di posisi itu agak bergidik takut, namun sebagai seorang yang profesional yang harus mengabdi demi sumpah yang diambil maka rasa takut itu pun dibuang jauh-jauh, tak menghiraukan bahaya yang ada di depan mereka. Situasi semakin bertambah mengharukan ketika Syakilla yang sedang hamil tua dan hampir melahirkan mendapat kabar bahwa sang suami di culik oleh para pemberontak. Tidak sampai disitu, hal yag lebih pahit trjadi ketika ada berita yang mengabarkan bahwa sang suami telah meninggal dunia. Segala upaya tetap dilakukan oleh Illa demi mendapatkan kepastian bahwa sang suami masih hidup dengan segala kesabaran dan ke salihan yang dia miliki, namun bagaimanakah Illa ketika disaat itu kekasih lamanya pada masa silam kembali hadir dengan membawa sebuah cinta baru bagi Syakilla dan anak-anaknya?

Untuk Ending dari cerita ini, entah kenapa, mungkin diri saya yang salah, saya kembali tidak menemukan sesuatu yang saya cari, kebahagiaan abadi. Akhir cerita ini menurut saya masih menggantung tanpa ada satu kepastian yang jelas. Mohon maaf apabila ada salah2 kata. Assalamu'alaikum Wr.Wb

1 komentar:

  1. Meski saya belum membaca buku itu, namun berdasar cerita Anda membuat saya tertarik untuk meminjam buku itu. Tapi sebelumnya jangan lupa kunjungannya pada blog dengan tampilan barunya ya : http://www.riemogerz.web.id. Salam @riemogerz

    BalasHapus